Kenapa suka MotoGP?
I don't even have any idea.
Awalnya sih gak suka
sama MotoGP, bukan gak suka, tapi biasa aja. Dari zaman gue SD, bokap suka
banget nonton MotoGP, hampir tiap minggu gak pernah ketinggalan race-nya.
Ditambah om & bule (auntie in Javanesse) gue juga hobby banget nonton
MotoGP, later on, terlahirlah gue yang seperti ini, penikmat MotoGP! Keadaan
rumah selalu tak terkendali, tatkala MotoGP is on tv, berisik!! I bet you know
who the loudest one is ;)
Ketika ada orang
yang nanya, "The, kenapa sih lo suka banget nonton MotoGP? Kan isinya
orang naik motor, muterin sirkuit". Usually my answer is, "watching
that race is soo relieving, it gives me a great relief!". Mungkin buat sebagian orang agak aneh sih,
kalo gue jawabnya kek gitu. Well, I love being weird, after all. But seriously,
nonton MotoGP itu bikin lo lega (atau mungkin cuma gue). Setiap nonton
MotoGP/Moto2 itu pasti deg-degan luar biasa kek mau UN, kalo ada yang udah
saling take over biasanya gue suka teriak-teriak sampe diomelin nyokap. Nah!
Disitulah moment yang bikin lega, gue juga gatau sih kenapa, tapi yaaaa lega
aja abis teriak-teriak. Believe or not, gue pernah nangis tersedu-sedu waktu
nonton MotoGP, kalo gak salah tahun 2011, waktu itu race berlangsung di Circuit
Le Mans, France. Kala itu, jagoan gue, si unyu Dani Pedrosa baru aja ikut race
lagi setelah menjalani masa recovery selepas operasi collarbone. Saat itu,
entah di lap keberapa, Pedrosa yang lagi anteng
menunggangi kuda besinya, di take over oleh (Alm) Marco Simoncelli. You
know, Simoncelli was an agressive rider. Manufer yang diambil Simoncelli
membawa petaka buat Pedrosa, tersungkurlah Pedrosa dari arena balap sambil
memegangi bahu kanannya yang baru aja sembuh dari operasi. Dan pada saat itulah
gue nangis di depan tv dan jadi sebel banget sama Simoncelli. Lalu beberapa
bulan berselang, 23 Oktober 2011 (FYI, my 17th birthday) di Circuit Sepang,
Malaysia, Simoncelli dinyatakan meninggal oleh team medis karena terjatuh saat
race sedang berlangsung. And you know what? I cried my eyes out! Walaupun gue
sebel banget sama Marco Simoncelli, tapi pas dia meninggal gue sedih. Tapi selama nonton MotoGP lebih
banyak bahagianya daripada sedihnya, gak tau kenapa sih, yaaa seneng aja, bikin
gue seneng itu gak susah kok #kode ;). Yang paling seneng kalo nonton MotoGP
itu adalah karena bisa banget bikin jantung gue marathon. Setiap abis nonton
MotoGP gue selalu bilang, "duh, capek ya!" sambil megangin dada dan merekahkan senyuman
manis. Kemudian orang yang ada disekita gue selalu bilang, "gimana lo gak
cape! Daritadi teriak-teriak gak karuan!". Well, nonton acara olahraga
memang begitu, kalo gak teriak-teriak gak seru!
Oiya, riders MotoGP juga ganteng & kece-kece loh (khusus buat
cewek), kata siapa cuma atlet bola doang yang ganteng-ganteng, rider MotoGP
juga gak kalah kece kok. Yang terkenal ganteng mungkin Jorge Lorenzo, tapi gak cuma dia, masih banyak rider kece lainnya; Dani Pedrosa, Marc Marquez,
Andrea Dovisiozo, Stefan Bradl, Axel Pons (Moto2), etc.
"Lo gak ngomongin
Valentino Rossi, The? Dia kan legendanya MotoGP?". Oh, well, ya I love Vale as
well. Om Vale itu salah satu rider terhebat abad ini, semua GPMania di planet ini pasti
suka dan mengakui kehebatan Valentino Rossi, so do I. Dia memang keren, tapi
sayang, beberapa tahun belakangan set-up motor dia kurang bagus. Baru tahun
ini, om Vale mulai berjaya lagi ditengah persaingan riders muda yang semakin
ketat kek skinny jeans. Actually, gue suka banyak riders di MotoGP; Pedrosa,
Marquez, Lorenzo, Rossi, Dovi dan sampe Crutchlow pun gue suka. But I love Dani
Pedrosa the most and Marquez would be in the second place ;).
Overall, MotoGP is
one of the most dangerous and breath-taking sports in the world, but I do love
it, so much. I have no proper reason why I love MotoGP, cause I know love has
no reason ;)
Salam GPMania,
Athe
xx
![]() |
| MotoGP World Championship Riders |
![]() |
| L : Pedrosa - R : Simoncelli |
![]() |
| My babes <3 |
![]() |
| Simoncelli's crash in Sepang, Malaysia |
![]() |
| Marc Marquez's Crash |








0 comments:
Post a Comment