Sunday, 21 July 2013

Aku & MotoGP

Kenapa suka MotoGP? I don't even have any idea.
     Awalnya sih gak suka sama MotoGP, bukan gak suka, tapi biasa aja. Dari zaman gue SD, bokap suka banget nonton MotoGP, hampir tiap minggu gak pernah ketinggalan race-nya. Ditambah om & bule (auntie in Javanesse) gue juga hobby banget nonton MotoGP, later on, terlahirlah gue yang seperti ini, penikmat MotoGP! Keadaan rumah selalu tak terkendali, tatkala MotoGP is on tv, berisik!! I bet you know who the loudest one is ;)
     Ketika ada orang yang nanya, "The, kenapa sih lo suka banget nonton MotoGP? Kan isinya orang naik motor, muterin sirkuit". Usually my answer is, "watching that race is soo relieving, it gives me a great relief!". Mungkin buat sebagian orang agak aneh sih, kalo gue jawabnya kek gitu. Well, I love being weird, after all. But seriously, nonton MotoGP itu bikin lo lega (atau mungkin cuma gue). Setiap nonton MotoGP/Moto2 itu pasti deg-degan luar biasa kek mau UN, kalo ada yang udah saling take over biasanya gue suka teriak-teriak sampe diomelin nyokap. Nah! Disitulah moment yang bikin lega, gue juga gatau sih kenapa, tapi yaaaa lega aja abis teriak-teriak. Believe or not, gue pernah nangis tersedu-sedu waktu nonton MotoGP, kalo gak salah tahun 2011, waktu itu race berlangsung di Circuit Le Mans, France. Kala itu, jagoan gue, si unyu Dani Pedrosa baru aja ikut race lagi setelah menjalani masa recovery selepas operasi collarbone. Saat itu, entah di lap keberapa, Pedrosa yang lagi anteng  menunggangi kuda besinya, di take over oleh (Alm) Marco Simoncelli. You know, Simoncelli was an agressive rider. Manufer yang diambil Simoncelli membawa petaka buat Pedrosa, tersungkurlah Pedrosa dari arena balap sambil memegangi bahu kanannya yang baru aja sembuh dari operasi. Dan pada saat itulah gue nangis di depan tv dan jadi sebel banget sama Simoncelli. Lalu beberapa bulan berselang, 23 Oktober 2011 (FYI, my 17th birthday) di Circuit Sepang, Malaysia, Simoncelli dinyatakan meninggal oleh team medis karena terjatuh saat race sedang berlangsung. And you know what? I cried my eyes out! Walaupun gue sebel banget sama Marco Simoncelli, tapi pas dia meninggal  gue sedih. Tapi selama nonton MotoGP lebih banyak bahagianya daripada sedihnya, gak tau kenapa sih, yaaa seneng aja, bikin gue seneng itu gak susah kok #kode ;). Yang paling seneng kalo nonton MotoGP itu adalah karena bisa banget bikin jantung gue marathon. Setiap abis nonton MotoGP gue selalu bilang, "duh, capek ya!" sambil megangin dada dan merekahkan senyuman manis. Kemudian orang yang ada disekita gue selalu bilang, "gimana lo gak cape! Daritadi teriak-teriak gak karuan!". Well, nonton acara olahraga memang begitu, kalo gak teriak-teriak gak seru!  Oiya, riders MotoGP juga ganteng & kece-kece loh (khusus buat cewek), kata siapa cuma atlet bola doang yang ganteng-ganteng, rider MotoGP juga gak kalah kece kok. Yang terkenal ganteng mungkin Jorge Lorenzo, tapi gak cuma dia, masih banyak rider kece lainnya; Dani Pedrosa, Marc Marquez, Andrea Dovisiozo, Stefan Bradl, Axel Pons (Moto2), etc.
     "Lo gak ngomongin Valentino Rossi, The? Dia kan legendanya MotoGP?". Oh, well, ya I love Vale as well. Om Vale itu salah satu rider terhebat abad ini, semua GPMania di planet ini pasti suka dan mengakui kehebatan Valentino Rossi, so do I. Dia memang keren, tapi sayang, beberapa tahun belakangan set-up motor dia kurang bagus. Baru tahun ini, om Vale mulai berjaya lagi ditengah persaingan riders muda yang semakin ketat kek skinny jeans. Actually, gue suka banyak riders di MotoGP; Pedrosa, Marquez, Lorenzo, Rossi, Dovi dan sampe Crutchlow pun gue suka. But I love Dani Pedrosa the most and Marquez would be in the second place ;).
     Overall, MotoGP is one of the most dangerous and breath-taking sports in the world, but I do love it, so much. I have no proper reason why I love MotoGP, cause I know love has no reason ;)


Salam GPMania,
Athe

xx




MotoGP World Championship Riders 



L : Pedrosa  -  R : Simoncelli 

My babes <3
these are why I said MotoGP is dangerous;
Simoncelli's crash in Sepang, Malaysia

Marc Marquez's Crash


0 comments:

Post a Comment